Tapanuli Selatan, Sumatera Utara — Komitmen PT Agincourt Resources (PTAR)- www.agincourtresources.com-, salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia dan anggota Astra Group, terhadap praktik pertambangan berkelanjutan terus diwujudkan melalui program rehabilitasi dan revegetasi lahan pascatambang. Dalam pelaksanaannya, PTAR menggandeng PT Prasojo Gemilang Group (Raja Benih) sebagai mitra penyedia benih tanaman untuk mendukung pemulihan ekosistem dan memastikan keberlanjutan jangka panjang kegiatan tambang.
Tambang Emas Martabe, yang mulai beroperasi pada 24 Juli 2012, mencakup area seluas 646,08 hektare di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 6 juta ton bijih per tahun, tambang ini mampu menghasilkan sekitar 200.000 ons emas dan 1–2 juta ons perak setiap tahunnya. Selain menjadi salah satu kontributor penting dalam industri mineral nasional, PTAR juga dikenal sebagai perusahaan yang konsisten menerapkan Good Mining Practice dan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh aktivitas operasionalnya.
Sebagai bagian dari Rencana Penutupan Tambang yang telah disetujui oleh Pemerintah Indonesia, PTAR menargetkan pemulihan penuh fungsi ekologis di seluruh area operasi. Hingga akhir tahun 2022, perusahaan telah berhasil merehabilitasi lahan seluas 34,6 hektare, dengan tambahan 39 hektare yang akan direhabilitasi hingga tahun 2026 di berbagai titik strategis, termasuk area tanggul Tailings Storage Facility (TSF) dan sejumlah lokasi eksplorasi (Sustainability Report PTAR 2023).
Melalui kolaborasi ini, Raja Benih berperan penting dalam penyediaan benih tanaman cepat tumbuh dan bernilai ekologi tinggi yang digunakan dalam proses revegetasi di area tambang. Jenis tanaman yang dipasok disesuaikan dengan kondisi tanah dan iklim setempat, sehingga mampu mempercepat pemulihan vegetasi, memperkuat struktur tanah, serta meningkatkan daya dukung lingkungan di kawasan tambang.
Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bagian dari langkah nyata kedua perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi dan ekonomi hijau Indonesia. Melalui pendekatan berbasis regenerative revegetation, kegiatan reklamasi tidak hanya berfokus pada penanaman kembali, tetapi juga pada pemulihan fungsi ekologis jangka panjang, peningkatan kapasitas karbon alami, dan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang.
“Kami bangga dapat mendukung PT Agincourt Resources yang telah menjadi contoh penerapan praktik pertambangan hijau di Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan dan produktivitas ekonomi dapat berjalan seiring,”
— Anton Prasojo, CEO PT Prasojo Gemilang Group (Raja Benih)
Langkah kolaboratif antara Agincourt Resources dan Raja Benih diharapkan menjadi inspirasi bagi perusahaan tambang lainnya untuk menerapkan praktik reklamasi yang bertanggung jawab, terukur, dan berkelanjutan. Sebagai penyedia solusi reklamasi dan revegetasi, Raja Benih berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertambangan Indonesia menuju operasi yang lebih hijau, adaptif, dan berdaya pulih tinggi, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan nasional.
📩 Hubungi Kami
📧 admin@rajabenih.id
📱 WhatsApp: 0852-9269-0996