Mencari solusi efektif untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan bekas tambang memang sedikit menguras tenaga. Namun, tanaman untuk rehabilitasi dan revegetasi tambang dan lahan kritis terbukti mampu mempercepat proses pemulihan struktur tanah serta biodiversitas secara bertahap.
Pemilihan jenis tanaman yang tepat menjadi penentu keberhasilan program revegetasi, sebab setiap spesies tanaman memiliki karakteristik yang unik dalam beradaptasi dengan kondisi lahan terdegradasi.
Oleh karena itu, pengenalan jenis tanaman yang adaptif dan memiliki kemampuan ekologis tinggi sangat diperlukan agar lahan kritis dapat kembali berfungsi secara optimal.
Selain itu, penggunaan kombinasi antara tanaman penutup tanah, legum pengikat nitrogen, dan pohon cepat tumbuh terbukti mempercepat proses rehabilitasi dengan biaya yang lebih efisien.
Jenis Tanaman untuk Revegetasi Tambang
Adapun jenis-jenis tanaman yang paling cocok untuk digunakan sebagai revegetasi lahan bekas tambang, antara lain:
1. Crotalaria juncea (CRY)
Ada tanaman Crotalaria juncea atau dikenal dengan sebutan CRY yang merupakan legum tahunan yang sangat cocok diaplikasikan pada lahan kritis bekas tambang. Karena tanaman ini mampu tumbuh cepat dan membentuk biomassa tinggi, CRY dapat mengurangi laju erosi dan meningkatkan kadar bahan organik tanah.
Selain itu, CRY termasuk tanaman nitrogen fixer yang efektif, sehingga dapat memperbaiki kesuburan tanah secara alami tanpa perlu pemupukan kimia berlebih.
Disamping memiliki akar yang dalam, CRY juga tahan terhadap kondisi kering kerontang dan memiliki toleransi keasaman (pH) yang cukup lebar.
2. Calopogonium mucunoides
Selanjutnya ada tanaman bernama latin Calopogonium mucunoides yang dikenal luas sebagai tanaman penutup tanah tangguh dan mudah untuk ditanam. Tanaman ini tumbuh merambat dan menutupi permukaan tanah dengan rapat, sehingga sangat efektif dalam menghambat erosi permukaan dan mempercepat proses revegetasi.
Lebih daripada itu, Calopogonium mucunoides mempunyai sistem akar yang mampu mengikat nitrogen dari udara, sekaligus menjadi tempat hidup mikroba bermanfaat di tanah.
Sebagai tanaman hijauan, spesies ini juga bermanfaat bagi fauna lokal. Dalam hal ini menjadikannya solusi multifungsi di kawasan rehabilitasi lahan.
Beli Benih Calopogonium mucunoides
3. Gmelina arborea
Kemudian, Gmelina arborea merupakan salah satu jenis pohon fast growing atau pertumbuhan cepat yang banyak direkomendasikan untuk revegetasi tambang.
Keunggulannya terletak pada pertumbuhan pohon Gmelina arborea yang sangat cepat, tahan terhadap kondisi tanah marginal, serta menghasilkan kanopi yang lebat untuk mempercepat penciptaan iklim mikro.
Tak hanya itu, Gmelina juga berfungsi sebagai peneduh alami untuk tanaman penutup tanah di bawahnya. Dengan diameter batang yang besar dan kualitas kayu sangat baik. Pohon ini pun memiliki nilai ekonomis di masa depan.
4. Anacardium occidentale
Adapun Anacardium occidentale atau jambu mete merupakan tanaman pionir yang mampu bertahan di lahan berbatu dan minim unsur hara. Itu dikarenakan memiliki sistem perakaran kuat dan dalam, sehingga bikin jambu mete efektif dalam menahan longsoran dan mengurangi limpasan permukaan.
Menariknya, selain perannya dalam revegetasi, jambu mete juga menghasilkan buah yang bernilai jual tinggi. Hal ini menjadikan Anacardium occidentale sebagai pilihan untuk merehabilitasi lahan kritis sembari memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kelompok Tanaman yang Umum Digunakan
Adapun kelompok tanamannya, sebagai berikut:
1. Tanaman Penutup Tanah (Cover Crop)
Tanaman penutup tanah berperan penting sebagai pelindung permukaan tanah dari erosi dan kekeringan. Dengan pertumbuhan cepat dan habitus yang merambat atau menutup rapat, kelompok ini menciptakan perlindungan mekanis terhadap hujan dan angin.
Contoh cover crop yang sering digunakan:
- Calopogonium mucunoides
- Centrosema pubescens
- Mucuna pruriens
Karena sifatnya yang mudah diperbanyak dan adaptif di berbagai kondisi, cover crop sangat penting dalam tahap awal revegetasi tambang.
2. Legum Nitrogen Fixer
Selanjutnya, kelompok legum nitrogen fixer memiliki kemampuan unik untuk mengikat nitrogen dari udara dan menyimpannya dalam bentuk yang tersedia untuk tanaman lain. Ini sangat membantu mempercepat pemulihan tanah yang telah miskin unsur hara akibat aktivitas tambang.
Contoh legum nitrogen fixer:
- Crotalaria juncea
- Desmodium ovalifolium
- Stylosanthes guianensis
3. Pohon Fast Growing
Pohon cepat tumbuh dibutuhkan untuk membentuk struktur hutan sekunder dengan cepat. Selain menyediakan naungan bagi tanaman bawah, mereka juga mempercepat pembentukan iklim mikro dan keseimbangan ekosistem.
Pohon fast growing populer untuk rehabilitasi:
- Gmelina arborea
- Sengon (Paraserianthes falcataria)
- Acacia mangium
Selain pertumbuhannya yang pesat, jenis-jenis ini umumnya memiliki nilai kayu tinggi sehingga berpotensi menjadi investasi jangka panjang.
Dengan mempertimbangkan aspek ekologis dan manfaat jangka panjangnya, tanaman untuk rehabilitasi dan revegetasi tambang & lahan kritis harus dipilih secara cermat berdasarkan kondisi tapak, kebutuhan fungsional, serta potensi ekonominya. Oleh karena itu, kombinasi antara legum nitrogen fixer, penutup tanah cepat tumbuh, dan pohon fast growing sangat direkomendasikan untuk menciptakan ekosistem yang pulih secara alami namun tetap produktif.
Jika mencari benih, ingat Rajabenih.id!