Mungkin banyak yang belum tahu, reklamasi tambang batu kapur dengan tanaman apa sebenarnya bukan persoalan mudah. Permukaan lahan bekas tambang seperti ini memiliki karakteristik yang keras, minim bahan organik, serta sering kali bersifat basa ekstrem.
Oleh karena itu, pemilihan jenis tanaman yang digunakan harus benar-benar telah mempertimbangkan aspek adaptasi, daya tumbuh cepat, serta kemampuan memperbaiki struktur tanah.
Lantas, apa tanaman yang cocok?
Karakteristik Lahan Bekas Tambang Batu Kapur
Tapi sebelum memasuki pembahasan tanamannya apa, sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu persoalan sifat dasar lahan batu kapur. Berikut ini kondisi umum lahan bekas tambang kapur:
- Tekstur tanam umumnya kasar, berbatu dan didominasi material kapur.
- Kandungan hara sangat rendah, bahkan mendekati nol.
- pH tanah cenderung basa, mencapai lebih dari 7,5.
- Kandungan bahan organik hampir tidak ada.
- Kadar air tidak stabil dan mudah mengering.
- Kematangan tanah (soil maturity) belum terbentuk horizon tanah yang stabil.
Dengan kondisi seperti itu, maka tanaman yang dipilih pun harus memiliki karakter adaptif terhadap tanah ekstrem dan mampu membantu memperbaiki struktur tanah.
Reklamasi Tambang Batu Kapur dengan Tanaman Apa?
Beranjak dari karakteristik tanah tersebut, maka solusi reklamasi tambang batu kapur dengan tanaman apa dapat dikategorikan ke dalam dua jenis utama, yaitu:
1. Legume Cover Crop (Kacangan Penutup Tanah)
Tanaman jenis ini memiliki keunggulan karena mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk memfiksasi nitrogen dari udara, sehingga bisa memperbaiki kesuburan tanah secara alami. Beberapa jenis unggul yang direkomendasikan antara lain:
- Calopogonium mucunoides
- Mucuna cochinchinensis
- Centrosema pubescens
- Crotalaria juncea
Penjelasan lengkapnya bisa cek di artikel dengan tajuk jenis benih cover crop untuk lahan bekas tambang.
2. Rumput Penutup Tanah
Selain kacangan, rumput dengan sistem akar yang padat juga penting. Karena itu, reklamasi tambang batu kapur dengan tanaman apa tak lepas dari dua jenis rumput unggul berikut:
Vetiveria zizanioides (Akar Wangi)
Memiliki sistem akar dalam hingga 3 meter sehingga mampu menahan erosi secara efektif. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di tanah ekstrem dan lahan super kering.
Brachiaria decumbens
Sejenis rumput padang dengan pertumbuhan horizontal yang cepat sekaligus tahan terhadap pH ekstrem dan iklim kering. Dengan begitu, sangat cocok untuk bekas tambang batu kapur, serta tanamannya bisa menjadi pakan ternak di masa depan.
Tahapan Efektif dalam Revegetasi Lahan Tambang Batu Kapur
Alur pelaksanaan revegetasi harus sistematis supaya kegiatan reklamasi tambang batu kapur benar-benar memberikan dampak jangka panjang. Berikut langkah yang bisa kami rekomendasikan:
1. Persiapan Lahan
Anda perlu membuang material tidak stabil, kemudian ratakan permukaan, lalu buat alur tanam.
2. Aplikasi Biochar atau Kompos
Tingkatkan bahan organik awal agar benih yang Anda tanam dapat tumbuh dengan optimal dan tidak cepat mati.
3. Penanaman Benih
Gunakan metode tabur atau tanam lubang, tapi itu semua tergantung dari jenis tanaman yang Anda pilih.
4. Pemupukan Awal
Selalu gunakan pupuk NPK rendah untuk merangsang pertumbuhan agar. Dengan begitu, benih yang Anda tanam akan segera tumbuh menjadi bibit.
5. Pemeliharaan dan Monitoring
Lakukan penyulaman jika ada benih yang gagal tumbuh, serta jangan lupa selalu kontrol dan awasi pertumbuhan gulma secara berkala.
Investasi Hijau untuk Masa Depan
Pada akhirnya, reklamasi tambang batu kapur dengan tanaman apa bukan hanya soal teknis, melainkan juga bentuk tanggung jawab ekologis terhadap bumi. Dengan menggunakan tanaman-tanaman seperti kacangan legume dan rumput penutup tanah yang tepat, pemulihan lahan bisa berjalan lebih cepat dan efisien.
Apabila Anda sedang merancang program reklamasi atau ingin mendapatkan benih yang berkualitas, maka Anda bisa langsung mengunjungi rajabenih.id, mitra terpercaya untuk kebutuhan benih penghijauan dan reklamasi di seluruh Indonesia.